CurugLOG/031 · Sabtu basah
Curug Biru di Balik Lembah
- Tempuh
- 3 jam
- Elevasi
- 980 mdpl
- Air
- Melimpah
- Suhu
- 19°C
Kesulitan Sedang
“Lintah 3, tawa nggak kehitung.”
Kolektif penjelajah rimba akhir pekan
Menjelajah saat kota tertidur, merawat rindu pada rimba liar. Kolektif teman-teman penikmat kabut, gemercik curug tersembunyi, dan aroma tanah basah.
Kami bukan pendaki pemburu puncak. Kami orang-orang kota yang tiap Sabtu subuh menyerah pada rindu: pada embun di ujung daun, pada curug yang belum punya nama di peta, pada obrolan pelan di depan api unggun ketika sinyal sudah lama hilang.
Yang kami cari ketenangan, bukan menaklukkan puncak. Berhenti lama di pinggir sungai itu sah.
Berangkat bersama, saling jaga sampai pintu keluar hutan. Yang paling lambat menentukan tempo.
Yang dibawa pulang cuma kenangan dan foto. Yang ditinggal cuma jejak kaki, dan itu pun samar.
Geser kartu →
CurugLOG/031 · Sabtu basah
Kesulitan Sedang
“Lintah 3, tawa nggak kehitung.”
PuncakLOG/028 · Summit subuh
Kesulitan Menantang
“Dingin, tapi semua lupa ngeluh pas awan kebuka.”
KemahLOG/025 · Satu malam
Kesulitan Santai
“Kopi tubruk + sunrise = terapi paling murah.”
HutanLOG/022 · Jalur lumut
Kesulitan Santai
“Hening banget sampai bisa dengar napas sendiri.”
RintisLOG/019 · Tanpa peta
Kesulitan Rintis jalur
“Tersesat 40 menit. Ketemu yang lebih indah.”
LOG/0??
Kami sudah kurasi jalur dan pemandu lokal yang kami kenal langsung di desa kaki gunung.
Cari Pemandu Lokal ↘Setiap jalur di bawah ini sudah pernah kami tapaki. Kami kenal siapa yang jaga warung di pos awal, siapa warga desa yang hafal jalur air, dan berapa tarif wajar tanpa calo. Kamu cukup pilih tujuan, bayar komitmen Rp 5.000 untuk menghindari spam, lalu admin APMH langsung menyambungkanmu dengan pemandu lokalnya di WhatsApp.
Tentukan destinasi, rencana tanggal mendaki, dan jumlah teman serombongan.
Scan QRIS APMH. 100% dikembalikan kalau pemandu di tanggal pilihanmu sedang penuh.
Pesan otomatis terkirim ke Admin APMH untuk verifikasi cepat & grup WA 3 pihak bersama guide.
Curug
980 mdpl · PP 1 Hari
“Lewat belakang kebun teh warga, hari Sabtu pun serasa curug pribadi.”
Puncak
2.565 mdpl · 2H 1M
“Naik jalur lama non-antre. Spot kemahnya terlindung angin lembah.”
Sabana
1.890 mdpl · 2H 1M
“Jalur landai, cocok buat yang baru pertama kali tidur di tenda.”
Hutan
1.420 mdpl · PP 1 Hari
“Bisa berangkat Sabtu pagi dari Jakarta, sore sudah ngopi di teras warga.”
Rintis
1.150 mdpl · PP / Kemah
“Belum ada penunjuk jalan. Jangan pernah masuk ke sini tanpa Kang Yadi.”
Pinus
1.680 mdpl · 2H 1M
“Cahaya jam 6 pagi di sela pohon pinusnya persis seperti di meja cuci film.”
Jalur yang kamu cari belum ada di daftar.
Seret fotonya. Klik untuk memperbesar.
Centang satu per satu. Kalau semua tercentang, kamu resmi siap masuk hutan.
0 / 8 kesiapan
7 Prinsip Leave No Trace
Kenali jalur, cuaca, dan izin. Kabari orang rumah kapan kamu pulang.
Tetap di jalur yang ada. Jangan bikin jalan pintas yang merusak vegetasi.
Bawa turun semua yang kamu bawa naik, termasuk puntung dan sisa makanan.
Batu, bunga, kayu: biarkan di tempatnya. Ambil foto saja.
Pakai kompor bila bisa. Kalau api unggun, kecil saja dan padamkan total.
Amati dari jauh. Jangan memberi makan, simpan makanan rapat-rapat.
Kecilkan suara, beri jalan, dan hormati warga lokal serta adat setempat.
Paling depan, paling sering salah belok, paling cepat minta maaf.
Bisa bikin mi instan terasa seperti makan malam bintang lima.
Bertanggung jawab atas 600 foto, 3 di antaranya fokus.
Paling belakang. Memastikan tidak ada kawan maupun sampah yang tertinggal.
Naik ke batu tertinggi demi satu bar. Biasanya gagal.
Peranmu ditentukan di trip pertama. Biasanya jadi yang paling banyak ketawa.
Tidak perlu jago mendaki. Cukup mau bangun subuh, mau jalan pelan, dan mau pulang bawa sampah sendiri.